Dalam kehidupan sehari-hari beberapa dampak yang ditimbulkan oleh pemuaian seperti: pecahnya kaca jendela, kaca mobil, melengkungnya rel kereta api, besi pada jembatan, melengkungnya pipa-pipa minyak, dan sebagainya. Berikut ini diberikan penjelasan dampak pemuaian tersebut.
Pada hari yang sangat panas, kaca jendela rumah dapat pecah karena kaca memuai. Hal yang sama juga dapat terjadi pada kaca mobil yang berjemur pada siang hari yang panas. Jika ruang pada bingkai jendela tidak cukup untuk memuat pemuaian ini maka bingkai akan menahan pemuaian kaca. Akibatnya kaca dapat pecah. Untuk mengatasi masalah ini, maka ukuran bingkai kaca jendela didesain sedikit lebih besar dari pada ukuran kaca pada suhu normal.
Kasus lain yang berkaitan dengan pemuaian yaitu adanya rel kereta api yang melengkung akibat pemuaian (Gambar 1.2.9). Hal ini dapat terjadi karena pertambahan panjang akibat pemuaian tidak sesuai dengan celah yang disediakan di antara sambungan dua batang rel.
Gambar 1.2.9. Rel kereta api
melengkung karena pemuaian
Untuk mengatasi dampak melengkungnya rel kereta api pada persambungan tersebut, maka digunakan desain seperti pada Gambar 1.2.10. Batang-batang rel dilas untuk membentuk rel panjang yang bersambungan. Ujung rel diruncingkan dan disambung saling bertautan.
Dampak pemuaian juga dapat dijumpai pada pipa-pipa panjang saluran minyak yang dipasang ditempat tandus (misalnya di daerah gurun). Pipa-pipa tersebut dapat mengalami perubahan suhu yang sangat tajam, yaitu sangat dingin pada malam hari dan sangat panas pada siang hari. Hal ini mengakibatkan pemuaian panjang yang cukup serius. Dua kilometer pipa minyak yang bersambungan (tidak putus-putus) dapat memuai sepanjang satu meter, sehingga dapat menyebabkan pipa membengkok. Untuk mengatasi dampak pemuaian ini, maka didesain sebuah gelung/loop (Gambar 1.2.11) dalam pipa itu. Gelung dibuat fleksibel sehingga memungkinkan pipa untuk memuai dan menyusut tanpa membengkokkan pipa.